KM Sumber Indah Terbakar di Perairan Belawan, 3 ABK Tewas dan 5 Masih Hilang

Medan20 Dilihat

Belawan, Blusuk.online — Musibah kebakaran menimpa kapal nelayan KM Sumber Indah GT 140 di perairan laut Belawan, menyisakan duka mendalam. Hingga Selasa (7/4/2026), tiga orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Ketiga korban yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa melalui tangkahan Gudang Pekong, sebelum selanjutnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

banner 336x280

Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Faisal Aritonang, membenarkan insiden kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari ruang mesin kapal, sehingga para awak kapal terpaksa menyelamatkan diri dengan cara terjun ke laut.

KM Sumber Indah diketahui mengangkut sekitar 20 orang awak kapal dengan alat tangkap pukat cincin. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya masih dalam proses pencarian di perairan.

Pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan masih menunggu informasi terkait kedatangan KM Sumber Indah ke dermaga,” ujar Faisal.

Sementara itu, Ketua KPI Cabang Belawan, Rudi Hartono SH, menegaskan bahwa pihak perusahaan harus memenuhi seluruh hak dan kewajiban terhadap para awak kapal, terutama bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan serta perlunya kesepakatan kerja bersama (KKB) antara perusahaan dan serikat pekerja awak kapal.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Belawan, Rudi Simorangkir alias Opung, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak adanya evaluasi serius terhadap sistem keselamatan pelayaran, khususnya kapal nelayan.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran secara transparan.
“Ini tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Nyawa para nelayan adalah taruhan dari setiap kelalaian. Saya mendesak aparat berwenang untuk segera mengusut tuntas penyebab kebakaran ini secara transparan dan tanpa kompromi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lambannya penyampaian informasi resmi kepada masyarakat, serta meminta pemerintah dan instansi terkait lebih sigap dan terbuka dalam memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Opung menegaskan bahwa pencarian terhadap lima awak kapal yang masih hilang harus menjadi prioritas utama tanpa batasan waktu yang kaku.

Upaya pencarian harus dimaksimalkan dengan segala sumber daya yang ada. Keluarga korban saat ini menunggu dengan harap dan cemas—negara harus hadir di tengah mereka,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyerukan perlunya audit menyeluruh terhadap kelayakan kapal-kapal nelayan yang beroperasi di wilayah Belawan.Keselamatan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi. Jika ada perusahaan yang lalai terhadap standar operasional dan keselamatan, maka izinnya harus dicabut. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar administrasi,” pungkasnya.

(Arianto)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *