Belawan | Blusuk.online
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) melalui edukasi kepada generasi muda.
Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran perusahaan sebagai narasumber dalam kuliah umum di Universitas Satya Bhinneka, Selasa (21/4), bertempat di Auditorium Bung Karno kampus tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengangkat tema CSR dan menghadirkan Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPMT, Finan Syaifullah, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Finan menjelaskan perkembangan praktik CSR di lingkungan BUMN, mulai dari aspek regulasi, implementasi program, hingga relevansinya dengan konsep green economy yang kini menjadi perhatian global. Ia juga menyoroti pentingnya penyederhanaan konsep keberlanjutan seperti SDGs dan triple bottom line agar lebih mudah dipahami serta diterapkan langsung oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi CSR, SPMT mengembangkan tiga fokus utama program, yakni pendidikan melalui Pelindo Mengajar, pelestarian lingkungan seperti rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah, serta pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Ketiga sektor ini dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian dalam kuliah umum tersebut adalah Rumah Kelola Sampah (RKS). Program ini mengintegrasikan peran perusahaan, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Melalui RKS, masyarakat diedukasi mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, pengembangan hidroponik, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.
“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Rumah Kelola Sampah menjadi bukti nyata kolaborasi yang menghasilkan perubahan,” ujar Finan.
Program RKS juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan, mengembangkan inovasi berbasis lingkungan, serta membangun komunitas yang berdampak. Ke depan, program ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan terhadap persoalan sampah di Kota Medan sekaligus menjadi sarana praktik nyata bagi mahasiswa.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka, Martin, menyambut positif kegiatan ini dan berharap kolaborasi dengan SPMT dapat terus berlanjut, termasuk dalam mendukung program Semarak Bazar Kreasi yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Bagi Pelindo Multi Terminal, sinergi dengan dunia pendidikan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
(Arianto)












