DPR RI Melalui Komisi XIII Tinjau Lapas Rantauprapat, Soroti Overcrowding dan Penguatan Pembinaan

Kemenimipas37 Dilihat

RANTAUPRAPAT – Blusuk.online – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat menerima kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Komisi XIII, yang diwakili oleh Rapidin Simbolon, pada Jumat (2/5/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif terhadap mitra kerja di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.

banner 336x280

Setibanya di lokasi, Rapidin Simbolon disambut langsung oleh Kepala Lapas Rantauprapat beserta jajaran.

Penyambutan berlangsung hangat dan sarat nilai budaya melalui prosesi mengulosi sebagai simbol penghormatan dan kekeluargaan dalam tradisi Batak.

Dalam arahannya, Rapidin menyoroti persoalan overcrowding yang masih menjadi tantangan utama di berbagai Lapas di Indonesia, termasuk di Rantauprapat. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kelebihan kapasitas yang berpotensi memengaruhi kualitas pembinaan dan pelayanan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manajemen serta sistem pengamanan di dalam Lapas tetap berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi dedikasi petugas yang terus menjaga stabilitas keamanan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

Selanjutnya, rombongan meninjau berbagai program pembinaan kemandirian warga binaan, mulai dari bengkel kerja, barbershop dan doorsmeer, hingga area pertanian dan peternakan ayam sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Kami ingin memastikan bahwa fungsi pemasyarakatan bukan sekadar mengurung, tetapi juga membina. Apa yang kami lihat di sini menunjukkan adanya upaya nyata dalam memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan,” ujar Rapidin.

Sementara itu, Kepala Lapas Rantauprapat dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pembinaan meskipun dihadapkan pada keterbatasan kapasitas hunian.

Kami menyadari bahwa kondisi over kapasitas menjadi tantangan besar, namun kami tetap berkomitmen menjalankan pembinaan secara maksimal. Berbagai program kemandirian yang kami jalankan bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan dan kesiapan saat kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Ia juga berharap melalui kunjungan ini, perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan sarana dan prasarana Lapas semakin meningkat.

Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dalam penanganan overcrowding dan peningkatan fasilitas, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan humanis,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan mampu membawa aspirasi dari daerah ke tingkat pusat, terutama terkait kebutuhan mendesak akan solusi penanganan kelebihan kapasitas di Lapas dan Rumah Tahanan di seluruh Indonesia.

[Redaksi]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *