Medan – Blusuk.online
PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat kualitas layanan bongkar muat komoditas curah di Branch Tanjung Wangi.
Hingga Semester I 2026, arus curah cair yang dilayani Pelabuhan Tanjung Wangi mencapai 687.020 ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 354.855 ton.
Layanan curah cair tersebut didominasi komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM). Kelancaran operasional didukung produktivitas pelayanan yang mencapai 2.416 ton per ship/day, melalui pengelolaan kegiatan bongkar muat yang efektif, pemanfaatan fasilitas pelabuhan secara optimal, serta penerapan standar operasional secara konsisten.
Sementara itu, arus curah kering hingga Juni 2026 tercatat mencapai 141.756 ton, atau meningkat 24,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama yang dilayani pada segmen ini meliputi pupuk curah, gypsum, dan slag yang menjadi bagian dari aktivitas distribusi melalui Pelabuhan Tanjung Wangi.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, mengatakan perusahaan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kepelabuhanan.
“Kami berupaya memastikan setiap proses operasional berjalan dengan baik melalui peningkatan koordinasi, pemanfaatan fasilitas secara optimal, serta penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap aktivitas. Dengan demikian, layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa secara lebih efektif,” ujarnya.
Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Wangi akan terus melakukan pengembangan layanan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi fasilitas pendukung.
Langkah tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat dan memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Wangi dalam mendukung distribusi komoditas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah operasionalnya.
(Arianto)

















