PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai untuk Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

Nasional17 Dilihat

Jakarta – Blusuk.online – PTPN IV PalmCo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas kedelai. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project budidaya kedelai sebagai bagian dari kontribusi Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pengembangan kedelai merupakan salah satu bentuk diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

banner 336x280

Kedelai merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional,” ujar Jatmiko.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra produksi kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026. Sebagai realisasi komitmen tersebut, PalmCo telah melaksanakan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Sumatera Utara.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara yang mencakup pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya menggunakan varietas unggul Grobogan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada kedelai yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Perkuat Produksi Kedelai Nasional

Pengembangan kedelai menjadi salah satu upaya mendukung program swasembada pangan di tengah tingginya kebutuhan nasional. Saat ini konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih bergantung pada impor.

Melalui berbagai program, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi kedelai melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

PalmCo menilai Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan di Desa Ngudikan, petani setempat menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam satu tahun.

Dengan dukungan sistem irigasi yang baik serta kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Angka tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi budidaya organik dan prebiotik.

Kajian Kesesuaian Lahan Terus Dimatangkan

Sebagai bagian dari persiapan implementasi pilot project, PTPN IV PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah lahan yang dinilai berpotensi untuk pengembangan kedelai.

Kajian tersebut meliputi karakteristik tanah, ketersediaan sumber air, kondisi topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan budidaya kedelai dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan,” jelas Jatmiko.

Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan, PTPN IV PalmCo berharap pilot project kedelai ini dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan nasional yang mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

[Redaksi]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *