Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih Presisi di Torgamba, Warga Bunut Sambut Haru Akses Baru

Polri408 Dilihat

Labuhanbatu Selatan – Blusuk.online – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Bunut Pekan, Desa Bunut, Kecamatan Torgamba resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat yang selama ini mengharapkan akses penghubung yang layak antara Desa Bunut dan Desa Pangarungan.

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., diwakili Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H., turut hadir bersama sejumlah unsur pemerintah, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Hadir pula perwakilan Kecamatan Torgamba, manajemen PT Asam Jawa, perangkat desa, tokoh agama, insan pers, dan personel Polsek Torgamba.

banner 336x280

Dalam sambutannya, AKP Sunipan Gurusinga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri bersama pihak swasta dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi penghubung harapan masyarakat. Kami ingin aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga dapat berjalan lebih lancar dan aman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan perusahaan dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Pihak PT Asam Jawa menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 20 hari sejak dimulai, dan jembatan diperkirakan sudah dapat digunakan dalam waktu 41 hari, dengan kapasitas kendaraan hingga 7 ton.

Pj Kepala Desa Bunut, Agus Pardamaian Panjaitan, menyampaikan apresiasi atas perhatian semua pihak. Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut akan membawa perubahan signifikan terhadap mobilitas dan perekonomian warga.

Suasana haru tampak dari masyarakat yang hadir. Tokoh masyarakat, Khalifah Kamal Harun Nasution, yang memimpin doa berharap pembangunan berjalan lancar dan segera memberikan manfaat.

Selama ini kami kesulitan melintas, apalagi saat membawa hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, kami sangat terbantu,” ujar salah seorang warga.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, mulai dari pembukaan, sambutan, prosesi peletakan batu pertama, doa bersama, hingga makan bersama sebagai wujud kebersamaan.

Kegiatan ditutup dalam situasi aman dan kondusif. Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi simbol pengabdian dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Torgamba.

[Jamal simbolon]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *