Rantauprapat – Blusuk.online – Suasana penuh haru dan kehangatan terasa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat saat digelarnya kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keluarga mereka selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sebagai bentuk komitmen Lapas Rantauprapat dalam menjalankan program pembinaan berbasis kekeluargaan bagi para warga binaan.
Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh jajaran internal Lapas, tetapi juga melibatkan berbagai mitra kerja serta praktisi hukum di wilayah Labuhanbatu, salah satunya Basyarul Ulya. Kehadiran para mitra ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya reintegrasi sosial warga binaan agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Sebelum waktu berbuka tiba, kegiatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ahmad Ridho. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kesabaran selama menjalani masa pembinaan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta menumbuhkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” pesan Ustaz Ahmad Ridho dalam ceramah singkatnya.
Puncak acara terjadi saat waktu berbuka puasa tiba. Suasana haru tidak dapat dibendung ketika para warga binaan dapat duduk bersama dan berbagi hidangan dengan anak, istri, maupun orang tua mereka. Momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pembinaan.
Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih humanis kepada warga binaan.
“Kegiatan ini adalah bentuk pelayanan humanis kami kepada warga binaan.
Kami ingin mereka tetap merasakan hangatnya kebersamaan keluarga, sehingga memiliki motivasi kuat untuk memperbaiki diri dan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar pihak Lapas.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga tetap terjaga, sekaligus memperkuat semangat mereka untuk menjalani proses pembinaan hingga kembali menjadi anggota masyarakat.
(Humas)
[Redaksi]


















