Lapas Rantauprapat Panen 50 Ekor Ayam Kampung, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Kemenimipas15 Dilihat

RANTAUPRAPAT, BLUSUK.ONLINE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), kembali menunjukkan hasil positif dalam program pembinaan kemandirian warga binaan.

banner 336x280

Bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Kelas IIA Rantauprapat melaksanakan panen 50 ekor ayam kampung hasil budidaya peternakan yang dikelola melalui program pembinaan kemandirian, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat dan diikuti jajaran pejabat struktural serta petugas pembinaan. Panen ini menjadi salah satu bentuk evaluasi sekaligus hasil nyata dari program pembinaan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan.

Dalam proses budidaya, warga binaan mendapatkan pendampingan mengenai tata kelola peternakan, mulai dari perawatan dan kebersihan kandang, pemberian pakan, hingga pemeliharaan kesehatan ayam.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk peternakan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Rantauprapat menegaskan bahwa keterlibatan jajaran struktural dalam kegiatan panen merupakan bentuk dukungan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan sehingga nantinya dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Selain mendukung pembinaan kemandirian, hasil panen ayam kampung tersebut juga dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi di lingkungan Lapas. Sebagian hasil pengelolaan usaha juga dapat menjadi bagian dari perputaran modal untuk keberlanjutan program peternakan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Rantauprapat terus mendorong agar program pembinaan tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi mampu menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata serta mendukung kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

[Redaksi]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *