Kapolres Karo Kedepankan Pendekatan Persuasif Redam Ketegangan Antar Kelompok Remaja di Tigapanah

Polri501 Dilihat

Kabanjahe, Karo – Blusuk.online – Situasi yang sempat memanas antara kelompok remaja Desa Bunuraya dan warga Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Minggu (24/5/2026) malam, berhasil diredam jajaran Polres Karo melalui pendekatan persuasif dan mediasi langsung di lapangan.

Kapolres Karo, Pebriandi Haloho menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik antar desa. Menurutnya, peristiwa itu lebih tepat dipandang sebagai gesekan antar kelompok remaja yang masih labil dan membutuhkan pembinaan bersama.

banner 336x280

Ini bukan konflik antar desa. Kami melihat ini lebih kepada gesekan kelompok remaja yang emosinya masih labil. Karena itu kami mengedepankan langkah persuasif, pembinaan, dan mediasi agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” ujar Kapolres.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.23 WIB saat layanan Call Center 110 menerima laporan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang berkumpul di Losd Desa Bunuraya dan diduga hendak melakukan tawuran dengan warga Desa Kubu Simbelang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket fungsi Polres Karo dipimpin Ipda Berton Siregar dan Ipda Romi Ginting langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 22.00 WIB, personel bersama Kapolsek Tigapanah AKP Dedi Ginting tiba di Desa Salit yang menjadi lokasi penghubung antara Desa Kubu Simbelang dan Desa Bunuraya.

Di lokasi, petugas mendapati sekitar 100 warga berkumpul sambil membawa senjata tajam, petasan hingga senapan angin dan diduga bersiap melakukan penyerangan. Polisi kemudian melakukan pendekatan humanis dengan mengimbau masyarakat agar membubarkan diri dan menahan emosi.

Situasi mulai mencair setelah Kapolres Karo bersama Kabag Ops Kompol Jonista Tarigan turun langsung ke lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Kapolres melakukan dialog dengan Kepala Desa Kubu Simbelang Rahmat Ginting beserta masyarakat yang berkumpul agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan persoalan kepada pihak kepolisian.

Atas pendekatan persuasif yang dilakukan, warga akhirnya bersedia membubarkan diri sekitar pukul 23.10 WIB dan kembali ke desa masing masing,” jelas Kapolres.

Sementara itu di Desa Bunuraya, Kasat Intelkam AKP Handel Sembiring bersama personel lainnya juga melakukan pendekatan dialogis kepada warga dan kelompok remaja yang masih berkumpul di jambur desa agar tidak melakukan aksi balasan.

Polisi bersama kepala desa setempat turut mengarahkan warga yang sempat berada di perbatasan desa untuk kembali ke losd dan menahan diri demi menjaga situasi tetap kondusif.

Dalam mediasi yang dilakukan di Desa Salit, kedua kepala desa sepakat melaksanakan pertemuan lanjutan pada Senin (25/5/2026) guna mencari penyelesaian damai atas persoalan yang terjadi.

Kapolres menambahkan, akar persoalan sebelumnya telah ditangani Polres Karo, baik kasus dugaan penganiayaan terhadap warga Kubu Simbelang maupun laporan dugaan pembakaran gudang kompos kelompok tani Desa Bunuraya.

Hukum tetap berjalan dan seluruh laporan masyarakat sedang diproses. Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing provokasi,” tegasnya.

Hingga saat ini situasi di Desa Bunuraya dan Desa Kubu Simbelang dilaporkan aman dan kondusif. Personel Polres Karo bersama Polsek Tigapanah masih disiagakan di Desa Salit guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

[Redaksi]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *