Dirjenpas Mashudi Tinjau Tiga Rutan di Jawa Tengah, Soroti Overcrowded hingga Penguatan Program Pembinaan

Uncategorized69 Dilihat
banner 468x60

Blusuk.online – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Mashudi, melakukan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah Jawa Tengah untuk memastikan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, serta perkembangan pembangunan sarana dan prasarana. Kunjungan dilakukan pada Senin (1/12/2024) dan laporannya disampaikan Kamis (4/12/2025).

Rutan pertama yang ditinjau adalah Rutan Kelas IIB Salatiga. Mashudi memeriksa langsung kondisi hunian yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas cukup signifikan. Dengan daya tampung 56 orang namun dihuni 182 warga binaan, permasalahan overcrowded menjadi sorotan utama. Ia juga meninjau dapur rutan untuk memastikan standar kebersihan, ketersediaan bahan pangan, serta alur distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan.

banner 336x280

Selain itu, Mashudi mengecek blok hunian yang berstatus cagar budaya. Ia menegaskan bahwa perawatan bangunan bersejarah membutuhkan perhatian teknis khusus dan tidak boleh menghambat pemenuhan layanan dasar.
“Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan menurunnya pelayanan dasar. Pemenuhan kebutuhan harian warga binaan, termasuk layanan hunian dan kualitas dapur, harus tetap diutamakan,” tegasnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Rutan Kelas IIB Boyolali, di mana Mashudi meninjau sejumlah program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Program tersebut meliputi budidaya melon sweet lavender, kelapa hibrida, cabai, sawi, kacang panjang, hingga kolam budidaya lele. Salah satu capaian yang ditampilkan adalah panen lele sekitar 200 kilogram setiap tiga bulan, yang sebagian hasilnya dibeli vendor bahan makanan sesuai alokasi kontrak lima persen untuk pemberdayaan ketahanan pangan Lapas/Rutan.

Mashudi juga mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK), tempat warga binaan memproduksi cocoshade dan keset sabut kelapa. Ia menegaskan kepada jajaran pengadaan agar mengutamakan pelibatan pelaku usaha lokal.
“Pengadaan bahan makanan harus memberi manfaat bagi masyarakat lokal. Libatkan pengusaha setempat agar Rutan bisa menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Rangkaian peninjauan ditutup di Rutan Kelas I Surakarta. Mashudi memeriksa progres pembangunan blok hunian baru dan meminta agar proyek dipercepat tanpa mengabaikan aspek keamanan. Ia mengingatkan pentingnya kajian kerawanan dalam setiap pembangunan, mulai dari analisis titik rawan, akses pengawasan, pemasangan CCTV, hingga mitigasi potensi gangguan keamanan.

“Kami memastikan jajaran Pemasyarakatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta penguatan keamanan di seluruh Lapas dan Rutan agar keberadaannya semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

[Redaksi]


banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *