Car Free Day di Belawan Menuai Kritikan, Warga Soroti Kemacetan hingga Pembagian Kupon

Medan26 Dilihat

Belawan – Blusuk.onlinePelaksanaan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Belawan, Minggu pagi (30/8/2026), menuai kritikan dari sejumlah masyarakat. Warga menilai pelaksanaan kegiatan tersebut justru mengganggu aktivitas pengguna jalan dan dinilai belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan akses yang menjadi sulit akibat adanya penutupan atau pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Kondisi tersebut disebut menyebabkan masyarakat harus mencari jalur lain sehingga perjalanan menjadi lebih jauh.

banner 336x280

Salah seorang warga Jalan Selebes, Iwan, mengaku kesulitan saat hendak pulang ke rumah karena akses jalan terdampak kegiatan CFD.

Aku mau pulang ke rumah di Jalan Selebes, tapi harus mutar-mutar dan tambah jauh jaraknya akibat kegiatan Car Free Day yang tidak sesuai harapan,” ujar Iwan.

Menurutnya, panitia seharusnya mempertimbangkan lokasi dan pengaturan lalu lintas agar kegiatan CFD tidak mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan.

Harusnya panitia pelaksana mencari lokasi yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan. Panitia pelaksana tahu tidak arti Car Free Day yang sebenarnya?” tegasnya.

Selain pengguna jalan, warga yang hendak melaksanakan ibadah ke gereja juga mengaku kecewa karena akses menuju tempat ibadah disebut tidak mendapatkan jalur alternatif yang memadai.

Zebua, yang mengaku sebagai Petugas Majelis Pelayan Firman, mengatakan dirinya hendak membawa jemaah menuju gereja. Sebelumnya, ia mengaku telah meminta izin kepada petugas kepolisian dan diarahkan melalui Jalan Veteran.

Saya mau ke gereja bawa jemaah. Sebelumnya sudah permisi dengan petugas kepolisian di sana dan diarahkan melalui Jalan Veteran, tetapi sampai di sini saya justru tidak dikasih masuk,” jelasnya.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan masyarakat adalah mengenai pembagian kupon dalam kegiatan tersebut. Sejumlah warga mempertanyakan peruntukan kupon karena mereka mengaku tidak mendapatkannya meskipun kegiatan dilaksanakan di wilayah Belawan.

Ita, warga asli Belawan, mengaku heran melihat banyaknya kupon yang beredar, sementara dirinya bersama sejumlah emak-emak yang berdomisili di Belawan mengaku tidak menerima kupon tersebut.

Kami emak-emak masyarakat Belawan tidak ada menerima kupon. Kemana perginya kupon tersebut, sementara kegiatan Car Free Day pelaksanaannya di Belawan?” tegas Ita.

Warga berharap setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas atau ruas jalan umum dapat direncanakan secara matang, termasuk pengaturan arus lalu lintas, akses masyarakat menuju tempat ibadah, serta mekanisme pembagian kupon yang transparan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak panitia pelaksana mengenai keluhan warga terkait pengaturan lalu lintas, akses menuju tempat ibadah maupun mekanisme pembagian kupon. Klarifikasi dari pihak panitia tetap diperlukan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara berimbang.

 

Kritikan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat lebih tertib, profesional dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

 

(Arianto)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *