Belawan | Blusuk.online
Maraknya aksi tawuran antar remaja serta peredaran narkoba, judi, pelacuran, minuman keras, dan berbagai bentuk maksiat lainnya di kawasan Belawan mendapat sorotan tajam dari tokoh agama. Ustadz Sayyid Teuku Muhammad Nabawi angkat bicara dengan nada tegas disertai keprihatinan mendalam, Senin (13/04/2026).
Dalam pernyataannya, Ustadz Nabawi menilai kondisi tersebut tidak lagi sekadar persoalan kriminalitas biasa, melainkan telah memasuki tahap darurat moral di tengah masyarakat.
“Saya tidak bisa diam. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, ini sudah darurat moral! Anak-anak kita sekarang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak hormat kepada orang tua, tidak takut hukum, bahkan tidak malu dan tidak takut kepada Allah Azza Wa Jalla,” tegasnya.
Menurutnya, fenomena tawuran dan penyalahgunaan narkoba tidak terlepas dari lemahnya kontrol sosial, kurangnya peran aktif orang tua, serta minimnya keteladanan dari pemimpin masyarakat maupun aparat. Ia juga menekankan pentingnya sikap optimis dan kepedulian semua pihak dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Kalau pemuda sudah sibuk tawuran dan penyalahgunaan narkoba, lalu siapa yang akan menjaga negeri ini ke depan? Jangan saling menyalahkan. Semua punya andil, mulai dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, hingga pejabat pemerintah,” ujarnya.
Ustadz Nabawi turut meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Pelabuhan Belawan, untuk bertindak lebih tegas dalam menangani kasus tawuran dan narkoba. Ia berharap penegakan hukum tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga memberikan efek jera bagi para pelaku.
Selain itu, ia mendorong peningkatan patroli rutin, pendekatan preventif ke sekolah-sekolah dan masjid, serta pemberdayaan generasi muda melalui kegiatan positif dan pembinaan keagamaan.
“Kita jangan hanya menjadi pemadam kebakaran. Harus hadir sebelum masalah membesar. Bina anak-anak muda kita, arahkan mereka ke majelis ilmu, dan sadarkan mereka yang terlibat tawuran,” serunya.
Di akhir pernyataannya, Ustadz Nabawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mengatasi permasalahan tersebut.
“Ulama, umara (pemerintah), dan umat harus bersatu. Jangan menunggu anak kita sendiri menjadi korban baru bertindak. Mari kita bangkitkan Belawan menjadi daerah yang berkah, bukan dikenal karena tawuran dan narkoba,” pungkasnya.
(Arianto)












